Minggu, 18 Oktober 2009

what about LOVE?

Diusia saya ke-12 tahun, saya mendengar kata CINTA yang dilontarkan oleh teman-teman saya saat SD. Saya berfikir dan terus mencari apa itu cinta?

Diusia saya ke-13 tahun, saya tau apa itu cinta. saya hanya tau cinta tapi saya tidak mengerti apa sih cinta itu.

Diusia saya ke-15 tahun, saya diberi kata-kata cinta oleh seorang pria. saya bertanya pada pria itu apa yang kamu tau tentang cinta? dia hanya diam dan tersenyum. apa maksud dari senyum itu? saya pun tak mengerti.

Diusia saya ke-17 tahun, saya mencoba untuk mencintai seseorang. namun yang saya rasakan cinta itu kadang senang dan kadang sakit. mencintai sesorang itu sulit, tidak seperti apa yang dikatakan seorang pria pada wanita yang hingga akhirnya cinta dapat dikatakan "CINTA ITU BUTA". ya, saya telah dibutakan karena cinta, dan saya menyesali itu. ternyata cinta itu tidak hanya perasaan tetapi butuh pemikiran untuk menjalaninya.

Diusia saya ke-18 tahun, saya tetap mencari apa sih cinta itu? bagaimana sih cinta itu? sehingga saya mencoba browsing di internet. dan munculah paragraf seperti di bawah ini :

Cinta itu seperti kupu-kupu. Tambah dikejar, tambah lari. Tapi kalau dibiarkan terbang, dia akan datang disaat kamu tidak mengharapkannya. Cinta dapat membuatmu bahagia tapi sering juga bikin sedih, tapi cinta baru berharga kalau diberikan kepada seseorang yang menghargainya. Jadi jangan terburu-buru dan pilih yang terbaik.



Cinta bukan bagaimana menjadi pasangan yang “sempurna” bagi seseorang. Tapi bagaimana menemukan seseorang yang dapat membantumu menjadi dirimu sendiri.

Jangan pernah bilang “I love you” kalau kamu tidak perduli. Jangan pernah membicarakan perasaan yang tidak pernah ada. Jangan pernah menyentuh hidup seseorang kalau hal itu akan menghancurkan hatinya. Jangan pernah menatap matanya kalau semua yang kamu lakukan hanya berbohong.

Hal paling kejam yang seseorang lakukan kepada orang lain adalah membiarkannya jatuh cinta, sementara kamu tidak berniat untuk menangkapnya…

Cinta bukan “Ini salah kamu”, tapi “Ma’afkan aku”. Bukan “Kamu dimana sih?”, tapi “Aku disini”. Bukan “Gimana sih kamu?”, tapi “Aku ngerti kok”. Bukan “Coba kamu gak kayak gini”, tapi “Aku cinta kamu seperti kamu apa adanya”.

Kompatibilitas yang paling benar bukan diukur berdasarkan berapa lama kalian sudah bersama maupun berapa sering kalian bersama, tapi apakah selama kalian bersama, kalian selalu saling mengisi satu sama lain dan saling membuat hidup yang berkualitas.

Kesedihan dan kerinduan hanya terasa selama yang kamu inginkan dan menyayat sedalam yang kamu ijinkan. Yang berat bukan bagaimana caranya menanggulangi kesedihan dan kerinduan itu, tapi bagaimana belajar darinya.

Caranya jatuh cinta: jatuh tapi jangan terhuyung-huyung, konsisten tapi jangan memaksa, berbagi dan jangan bersikap tidak adil, mengerti dan cobalah untuk tidak banyak menuntut, sedih tapi jangan pernah simpan kesedihan itu.

Memang sakit melihat orang yang kamu cintai sedang berbahagia dengan orang lain tapi lebih sakit lagi kalau orang yang kamu cintai itu tidak berbahagia bersama kamu.

Cinta akan menyakitkan ketika kamu berpisah dengan seseorang lebih menyakitkan apabila kamu dilupakan oleh kekasihMu, tapi cinta akan lebih menyakitkan lagi apabila seseorang yang kamu sayangi tidak tahu apa yang sesungguhnya kamu rasakan.

hingga akhirnya diusia ke-18 saya berkata "yes, i found you" :)




http://www.imtelkom.ac.id/news.php


5 komentar:

  1. Anak jaman sekarang ya kalo denger ama yang namany cinta selalu bikin hati deg-degan
    asik,,

    BalasHapus
  2. eh,eh..
    aku kan lai jatuh cinta loh.
    aku kan udah gede.
    jadi kata mamah aku gak papa maen cinta2an..

    BalasHapus
  3. waduh ngomongin cinta ini ..
    kyknya uda paham bener

    BalasHapus
  4. aroo kykny lg b'bunga"..
    baru sbulanan siih kmaren .hhhee ;)

    BalasHapus